RSS

Category Archives: world around you

Melindungi diri itu Wajib hukumnya

Melindungi diri itu Wajib hukumnya

Anda punya mobil? Atau anda punya motor? Belum punya? Sering naik mobil atau dibonceng pakai motor? Sewaktu anda naik mobil, anda pasti tahu yang namanya ‘seat belt’ kan? Suka pakai jika naik mobil? Jika anda dibonceng pakai motor apakah anda memakai helm? Pertanyaan-pertanyaan ini saya tanyakan karena saya peduli akan keselamatan anda. Tahukah anda bahwa memelihara keselamatan diri itu hukumnya wajib secara aturan negara dan agama (setidaknya dalam Islam).

Entah bagaimana banyak orang enggan dan malas ketika harus memakai helm atau seat belt. Padahal keberadaan seat belt dan helm adalah untuk menjaga keselamatan anda lho.  Seat belt berfungsi untuk menghindarkan anda terantuk kaca depan mobil dan menjaga anda tetap di tempat duduk anda ketika terjadi tabrakan sehingga badan anda tidak terombang-ambing saat terjadi benturan keras pada kendaraan. Memakai seat belt meningkatkan tingkat keselamatan anda lebih dari 60% dari pada tidak memakai seat belt. Memakai seat belt juga dianjurkan buat penumpang yang duduk di baris belakang, tidak hanya di baris pertama.

Banyak orang malas memakai helm dengan banyak alasan. Alasan yang paling sering dinyatakan adalah karena pakai helm itu gerah. Tak usah pake helm, kan dekat ini. Ga usah pake helm, lagian tak ada polisi ini. Tahukah anda memakai helm menjaga anda dari benturan keras ke kepala saat terjadi kecelakaan sepeeri motor anda menabrak sesuatu, atau ditabrak sesuatu. Kepala anda adalah organ paling vital yang harus dilindungi. Dan lagi, kecelakaan tidak mengenal jarak-mau jauh atau dekat-kecelakaan bisa terjadi.

Penggunaan alat keselamatan diwajibkan oleh pemerintah karena alasan-alasan tersebut di atas, bukan untuk mengerjai anda. Hal ini juga dianjurkan dalam agama Islam. Dahulu ketika Rasulullah SAW berperang melawan para kafirin dan penenentang agama Allah, beliau selalu menggunakan baju jirah serta helmnya. Walaupun sebenarnya keselamatan beliau sudah dijaga oleh orang-orang kepercayaan beliau yang dengan rela mengorbankan jiwanya demi keselamatan rasulullah, rasulullah masih memakai helm dan baju jirahnya. Saya tidak pernah mendengar adakalanya rasul berperang tanpa perlindungan. Jika Rasulullah saja memakai perlindungan dalam berperang, walaupun sudah dijamin oleh Allah tak akan ada satupun bilah pedang dan anak panah akan menyentuh beliau tanpa sepengetahuan Rasulullah. Apalah kita orang biasa yang tidak tahu kapan ajal akan menjemput. Melindungi diri adalah hal yang wajib dilakukan, bukan hal pilihan-suka atau tidak. Jadi marilah kita menjaga diri kita dalam berkendaaraan. Pakailah helm jika anda menunggang atau dibonceng pakai motor dan pakailah seat belt jika anda naik mobil. Mari budayakan menjaga diri dalam berkendaraan. Jangan gunakan alasan-alasan jadul di atas jika anda berkendaraan.

-RSP-

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on October 5, 2016 in world around you

 

Tags: , , , , , ,

Why do people hint?

If you were born in the East, asian countries, you will encounter people talk in hints. Most asian people do not like to talk straight or directly. They talk in hints. If you are not from the East, this may confuse you a lot. The question is why Asian speak in hints. There are numerous reasons why Asian speak in hints. Here are some of them.

First of all, asian people are very shy. They are very polite and put others very highly, especially those who are older or elders. They are forbidden to speak directly to elders or older people. It’s considered impolite if you do so. In some cultures, young ones must not even see the elders face to face. It is a symbol of humility. Young ones speak facing the floor or ground when an elder is at present. In western cultures, it is considered impolite not to speak facing your opponent/the other person.

Second, some people speak in hints to avoid offending the person meant in the conversation. People who speak in hints usually are not sure if what they about to say is true or confirmed information. They hope the hinted person will realize what happened and correct what’s wrong. They want to avoid offending the hinted. However, in most cases, it’s exactly what happened. The other person feels offended since speaking in hints may cause misunderstanding.

The last reason why people speak in hints ia when they just want to offend the hinted without being confronted by the hinted. They (hinters) believe  they can get away with their accusations without the huntee’s pay back. That’s a stupid idea. They will get even with the hinters.

All in all, it’s better not to speak in hints when you want to say something to someone. Talk to the person directly, and avoid misunderstanding and being offended.

-Raden Sutisna- 

 
Leave a comment

Posted by on October 3, 2016 in world around you

 

Tags: , , , , , , , ,

Status

Kejutan itu kadang menyenangkan

Kejutan itu kadang menyenangkan

Biasanya aku benci kejutan. Aku lebih suka segala sesuatu sesuai rencana, akurat, dan tepat sasaran. Malam ini aku mendapatkan kejutan yang ternyata cukup mengejutkan.

Malam ini ketika aku memeriksa hasil tes kelas TOEFL Preparation (TP class), aku serasa mau nangis sesegukan karena ketika aku periksa beberapa lembar jawab, hasilnya sangat mencengangkan. Aku lihat beberapa lembar mendapat skor sangat minim. Paling minim yang pernah aku periksa.

Yang membuatku ingin menangis sesegukan adalah belum pernah selama aku mengajar, siswaku mendapat skor serendah itu. Aku mulai merasa bersalah. Seketika aku merasa aku telah gagal mengajar siswaku. Padahal aku merasa sudah melakukan yang bisa aku lakukan untuk membuat siswaku memahami materi yang aku ajarkan. Kenapa hasilnya jauh sekali dari yang aku harapkan? Pertanyaan itu terus menerus terngiang dipikiran dan ditelingaku. Aku mulai mengutuki diriku. Betapa gagalnya aku mengajar mereka, dan betapa aku telah mengecewakan mereka. 

Tak lama berselang, rekan kerjaku lewat di depan kelas, menyapaku. Aku tanya, “sudah kelar meriksanya?”. Dia bilang. “Belum.” Aku ajak dia untuk meriksa bareng.l, karena biasanya akan sangat menyenangkan sekali jika ada teman ketika memeriksa hasil ujian. Dan lagi aku agak merasa ‘spooky’ jika memeriksa sendirian di lantai 3. 

Aku bilang siswaku tidak begitu baik. Tidak biasanya seperti ini. Diapun bilang, tumben sekali hasil siswa dia tidak bagus, padahal sewaktu ‘mid test’ hasilnya lumayan. Di saat itu kami mulai menyadari ada keanehan. Kami mulai memeriksa kunci jawaban yang kami punya. Ternyata…. selama ini, kami salah kunci. Aku dapat kunci jawaban untuk level kelas rekanku, dan rekan ku mendapatkan kunci untuk mid tes level kelasku. Seketika kita mencari kunci yang sebenarnya untuk level kelas kami. Untungnya, kunci itu ada di ruang guru. Salah kami adalah kami tidak memeriksa kembali kunci jawaban ketika kami ambil kantong soal dan kunci jawaban sebelum kami bawa ke kelas. ‘Anyway’, kami akhirnya periksa ulang lembar jawaban siswa kami.

Alhamdulillah… hasilnya ternya lebih baik dari yang tadi sebelum kita pakai kunci sebenarnya. Aku harus cabut kembali kutukan yang aku berikan pada diroku sendiri. Ternyata hasilnya tidak mengecewakan. Lumayanlah, hasil yang aku harapkan aku dapat dari siswaku. Kejutan ini berakhir bahagia. Setidaknya untuk ku.

 
Leave a comment

Posted by on September 28, 2016 in world around you

 

Tags: , , , ,

Apa Arti Kemenangan buat mu?

Hari ini aku menjadi panitia lomba bahasa inggris, Lia English Competition lebih tepatnya. Peserta lombanya berasal dari sekolah umum, homeschool, juga siswa Lia tentunya. Cukup menarik dan menyenangkan sekali sebenarnya. Seandainya dulu sewaktu SMP aku bisa mengikuti lomba seperti ini. Pasti akan sangat menyenangkan sekali.

Aku sudah menghapal sebuah dongeng berbahasa inggris yang aku dapat dari guruku. Melatih percakapan dalam bahasa inggris bukanlah hal sulit buatku, karena aku terbiasa menirukan tokoh kartun dari tv. Aku biasa memerankan beberapa tokoh sekaligus. Jadi bermain peran tentu tidaklah sulit. Bagaimana dengan intonasi dan aksen yang berbeda-beda? Bukan masalah besar. Aku terbiasa menirukan bunyi-bunyian dan tentunya aksen yang banyak dari film dan acara tv. Aku bahkan terlalu baik dalam memerankan tokoh kartun, kadang aku sendiri bingung, aku tokoh kartun atau tokoh nyata. 😁😁😁.

Setelah berlatih beberapa hari di depan cermin, pasti aku akan minta pendapat guru pembimbingku. Meminta pendapat dia. Aku bisa rasakan bahwa dia akan memuji penampilanku. Dia pasti bilang, kamu sudah bagus. Tampil aja dengan baik, hadiah sudah di tangan.

Pada hari lomba, aku pasti datang 30 menit lebih awal karena aku pasti tak mau datang terlambat. Dan ibuku sudah pasti sudah membangunkanku sejak jam 5 pagi karena beliau juga paling tidak bisa datang terlambat. Walaupun lombanya jam 10, aku pasti sudah diantar untuk lomba dari jam 9. 15 menit selanjutnya aku pasti sudah senewen menanti lomba untuk dimulai. Aku pasti sudah mondar-mandir di depan ruang lomba menanti yang lain datang. Aku paling tidak bisa menunggu lama. 

Begitu namaku dipanggil panitia lomba, aku akan segera masuk dan siap-siap bercerita. Tetapi karena terlalu senewen aku lupa dengan cerita yang akan aku ceritakan di lomba dan aku pun terpana. Selama 10 menit kemudian, panitia akan mengucapkan terima kasih atas usahanya dan aku pun digiring keluar untuk memberi ruang pada peserta selanjutnya. Sudah pasti aku tak akan menang. Walaupun begitu, aku akan memilih mencoba mengikuti lomba itu. Aku pasti akan bangga, karena aku telah mencoba.

Menjadi seorang guru lebih dari 15 tahun, aku menyadari kemenangan bukanlah segalanya. Bahkan kadang kemenangan hanya akan merusak. Itu yang diucapkan Einstein, “Success is the worst teacher, it leads smart people to think they can do anything”. Secara pribadi aku setuju sekali. Walaupun memang menyenangkan untuk menang, karena ketenaran dan wow efek yang ditimbulkannya, tetapi orang tidak akan belajar lebih banyak. Setidaknya itu yang terjadi pada sebagian orang. Aku senang aku tidak selalu menang, karena itu memacu aku untuk lebih bijak dan bisa belajar lagi. Kekalahan adalah kemenangan dalam bentuk lain.

 
 

Tags: , , , ,

Pakai Helm = Sayang Keluarga

Hari ini saya menyaksikan anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor, tanpa memakai helm, di jalan raya. Anak yang pertama  yang saya lihat berusia sekitar 8-10 tahun, karena masih berpakaian seragam SDI, perempuan, dan yang kedua adalah siswa SMU, yang juga perempuan. Keduanya sama sekali tidak memakai helm atau pun perlindungan lainnya, kecuali perlindungan Allah SWT. Ini membuat saya sedih sekaligus marah pada orang tua anak itu.

Ayah, Bunda, apakah bijak jika ayah dan bunda membiarkan mereka berkeliaran di jalan raya mengendarai kendaraan bermotor seperti itu? Itu anak dapat nyomot di mana sih? Dibiarkan berkeliaran di jalan, tanpa perlindungan sama sekali.Terutama anak perempuan siswa SD itu. Usianya masih sangat belia untuk bertanggung jawab. KTP saja belum punya, apalagi SIM. Jika anak itu menabrak seseorang, terus orang itu mati, orang tuanya ga merasa berdosa gitu karena ikut bertanggung jawab atas melangnya nyawa orang. Kalau cuma anaknya yang mati, mungkin orang tua si anak saja yang nangis, sedih, seminggu kemudian normal lagi. Ini nyawa anak orang yang hilang. Apa orang tua si yang ditabrak tidak menuntut? Jika alasannya, “…ah deket ini. Paling ke ****mart beli biskuit doang,” pikir lagi, apa ada kecelakaan atau maut pilih-pilih bulu atau tanya, “Anda mau ke mana? mau ke warung ya? Oh. silahkan terus. Eh anda mau kemana? mau kerja, sini saya ambil nyawanya…” kan tidak seperti itu, ayah/bunda.

Wahai orang tua, iya, anda, berpikirlah lebih bijak. Jangan biarkan anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor di jalan umum. Terlebih tanpa perlindungan sama sekali. Dari pada demikian, bunuh saja anak anda sendiri, toh itu yang akan terjadi jika anda masih berbuat naif seperti di atas.

Jika anda orang tua, atau kepala rumah tangga, tulang punggung keluarga, berhentilah berbuat EGOIS dengan TIDAK MEMAKAI HELM KETIKA BERKENDARAAN MEMAKAI MOTOR.

Iya, saya pikir itu adalah tindakan egois, karena anda hanya berpikir tentang diri anda sendiri. Anda merasa tidak perlu pakai helm karena pakai helm buat anda tidak nyaman, anda salah besar. Anda pernah berpikir seperti ini pada penerjun-payung atau sky-diver, buat apa pakai parasu, kan tidak nyaman? Orang waras manapun akan menjawab, biar ketika mendarat anda tidak mati karena jatuh dari ketinggian. Anda tidak berpikir apa yang akan terjadi kepada keluarga anda jika anda celaka dan akhirnya mati karena ketelodarn dan kebodohan anda tidak memakai helm ketika berkendara motor. Anda akan menyengsarakan anak istri anda.

Berhentilah berbuat bodoh dan egois, pakailah helm saat berkendara motor.

SHARE dan LIKE jika anda setuju.

 
1 Comment

Posted by on September 21, 2016 in Cool Article, world around you

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Mari Hentikan Tayangan Bodoh di TV

#boikotTayanganTvBodoh
Semakin takjub dengan stasiun-stasiun tv sekarang yang berskala nasional. Mereka begitu gencar menayangkan tayang bodoh dan memperbodoh penonton.
 
Sebut saja tayangan tv pagi hari dan malam antara jam 6-10 pagi dan jam 7-11 malam. Berapa banyak tayangan yang benar-benar membuat penontonnya cerdas dan memberi informasi yang berguna? Bisa dihitung kurang dari sebelah tangan. Sisanya adalah tatangan yang bersufat “absurd” dan membodohkan.
 
Pada lari kemana produser-produser tayangan bermutu semasa awal-awal tv swasta, pelopor tv swasta pun kini giat mempertontonkan tayangan murahan. Apalagi sejak pemilik baru mengambil alih.
 
Tayangan tv sekarang didominasi acara infotainment yang bukannya memberi info, tapi malah memprovokasi penonton pada masalah yang tidak berguna dan tidak perlu. Sebut saja issu perceraian seleb A dengan seleb B, perseteruan pemain sinestron C dengan pesinetron D. Kasus pembunuhan E oleh tersangka F. Apa untungnya kita mengetahui aib orang? Apajah itu ada dalam materi soal CPNS? Apakah info itu muncul di pertanyaan mencari kerja? Yang ada malah jadi bahan gossip diantara kita.
 
Biasanya hari minggu itu adalah hari yang di nanti semua anak. Saya teringat saya begitu semangat bangun pagi pada hari minggu, selain untuk jogging dengan teman pagi-pagi, kita menantikan tayangan anak-anak seperti kartun dan dongeng yang mendidik dan menginspirasi. Sekarang, pagi-pagi anak-anak malah disuguhkan tayangan bodoh dibintangi seleb drop out yang hanya bisa tampil “absurd”.
 
Mari hentikan mendukung tayangan bodoh membodohkan ini denganberhenti menoton tayangan tv seperti ini. Mari kira desak stasiun tv segera menayangkan tayangan bermutu dan berguna untuk penontonya. Mari tuntut stasiun tv menayangkan tontonanbyang informatif dan edukatif, yang bisa mencerdaskan rakyat Indonesia, tang mendidik kita untuk lebih baik.
#boikotTayanganTvBodoh
 
Leave a comment

Posted by on September 21, 2016 in Uncategorized, world around you

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

7 Tips Psikologis Wawancara Kerja

1. Sebelum wawancara, pergilah ke toilet dan cuci tanganmu dengan air hangat

Cuci tanganmu dan aliri dengan air hangat

Untuk sukses dalam wawancara kerja, kamu perlu persiapan matang. Berpakaian pantas dan datang lebih awal saja tidak cukup. Kamu juga harus menciptakan kesan bahwa kamu orang yang “yakin” dan percaya diri. Salah satu caranya, percaya atau tidak, adalah dengan membuat tangan kita hangat.

Sesi wawancara biasanya dimulai dengan jabatan tangan. Tangan yang dingin dan berkeringat akan menimbulkan kesan kalau kamu gugup dan nggak santai. Sebaliknya, tangan yang hangat dan kering akan secara bawah sadar menciptakan kesan bahwa kamu pribadi yang ramah dan terbuka.

2. Tirukan gerakan tubuh sang pewawancara

Tirukan gerakan pewawancara

Jika seseorang tertarik dengan lawan bicaranya, secara tidak sadar dia akan menirukan gerak-gerik lawan bicara tersebut. Ketika lawan bicaranya menggaruk kepala, dia juga akan sedikit menggaruk kepalanya. Kalau lawan bicaranya mengerutkan dahi, dia akan ikut mengerutkan dahi.

Nah, tirukan saja gerak-gerik tubuh pewawancaramu untuk menimbulkan kesan bahwa kamu tertarik padanya dan menghargai dia. Jika kamu bisa melakukannya dengan halus, sang pewawancara akan lebih mempercayaimu dan menyukai pribadimu.

3. Selalu ambil waktu beberapa detik untuk berpikir sebelum menjawab pertanyaan

Ambil waktu buat berpikir

Tunggulah hingga beberapa detik sebelum menjawab pertanyaan. Ini akan membuatmu terlihat sebagai pribadi yang tenang dan percaya diri. Jawabanmu juga akan terdengar lebih meyakinkan. Pasalnya, seseorang yang memang yakin terhadap pendapatnya tak akan segan meminta lawan bicaranya menunggu beberapa detik sebelum mengatakan sesuatu. Secara psikologis, sesuatu yang baik memang pantas ditunggu-tunggu.

4. Hati-hati dengan bahasa tubuhmu

Hati-hati dengan bahasa tubuhmu

Kita biasanya tidak sadar dengan bahasa tubuh sendiri. Padahal, bahasa tubuh ini bisa mengatakan lebih dari apa yang mulut kita sampaikan. Tangan yang dilipat di depan dada menunjukkan ketidaknyamanan, dan bermain-main dengan pulpen bisa berarti kamu gugup. Hati-hati — jika sang pewawancara menangkap ketidaknyamanan kita, itu bisa membuatnya merasa tidak nyaman juga. Kebayang ‘kan sesi wawancaramu bakal jadi seperti apa?

5. Carilah hal yang kamu suka dari sang pewawancara

Apa yang ma

Hal-hal sederhana saja, seperti pertanyaan yang diajukannya. Puji dengan tulus ketika pertanyaan itu menarik bagimu. Tapi kalau kamu sebenarnya tidak suka atau menganggap pertanyaan-pertanyaannya biasa saja, ya jangan memaksa juga. Intinya adalah jadi cukup terbuka untuk menyukai sesuatu, dan cukup tulus untuk memujinya.

6. Sejak pertama kali tahu kapan tanggal wawancara, langsung visualisasikan sesi tanya-jawab yang ideal

last businesswoman in waiting list

Memvisualisasikan sesi interviewideal akan membantu otakmu lebih tenang. Visualisasi ini bisa kamu mulai sejak pertama kali kamu tahu kapan tanggal wawancaramu. Jika kamu diberitahu 1 minggu sebelum wawancara dimulai, maka sempatkanlah menghabiskan waktu setiap hari selama seminggu itu untuk membayangkan apa yang akan ditanyakan, dan bagaimana kamu akan menjawabnya.

Sepanjang sesi wawancara, visualisasikan pula bahwa kamu akan menjawab segala pertanyaan dengan tenang. Dengan begini, kamu tidak akan langsung panik ketika “ditodong” pertanyaan-pertanyaan yang rumit.

7. Baca baik-baik ekspresi tubuh sang pewawancara

Perhatikan ekspresi sang pewawancara

Ekspresi tubuh sang pewawancara juga harus kamu awasi. Jadikan itu panduanmu untuk mengetahui apa saja yang harus kamu lakukan sepanjang wawancara.

Sebagai panduan awal, ada tiga ekspresi tubuh yang bisa kamu perhatikan. Jika pewawancara mencondongkan badannya ke arahmu, kemungkinan dia tertarik dengan jawaban yang kamu lontarkan. Jika dia terus menatapmu, sebenarnya dia menunggumu mengelaborasi jawaban yang sedang kamu berikan. Jika dia menaikkan alis, tarik napas dan tetap tenang. Jelaskan ulang jawabanmu dengan kata-kata yang lebih meyakinkan.

Cukup sederhana untuk kamu hapalkan, bukan?

 
Leave a comment

Posted by on April 29, 2015 in world around you

 

Tags: , , , , , , ,